Kewirausahaan dan Jiwa Wirausaha


Kewirausahaan adalah proses pemersatuan sumber daya untuk menciptakan dan membangun sebuah perusahaan idependen meliputi kreatifitas, keberaniaan mengambil resiko (risk taking) dan penciptaan inovasi, wirausahawan (entrepreneur) adalah orangnya, sedangkan kewirausahawan juga merupakan proses penciptaan nilai dengan merangkaikan sumber daya untuk menciptakan sebuah kesempatan pasar yang didasarkan pada inovasi (Hardo Basuki, 1994). Sedangkan menurut Rusjdi-Naib (1991), wiraswastawan selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkanya sebagai peluang.

Lebih lanjut diketengahkan bahwa seorang wirausahaawan adalah seorang pengusaha yang jeli, ulet, hati-hati dan terampil dalam menjalankan maupun mengembangkan usahanya. Sedangkan menurut Ciptono (1994) wirausahawan adalah seorang individu yang berfungsi melaksanakan kombinasi yang belum ada sebelumnya . wirausahawan selalu mencari perubahan, menanggapinya, dan memanfaatkanya sebagai peluang. Kewirausahaan memfokuskan pada pencarian kesempatan yaitu dengan suatu proses penciptaan nilai dengan cara mengumpulkan sumber daya untuk dirancang kembali menjadi suatu kesempatan perusahaan.

Para wirausahawan adalah individu –individu yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuannya, deddi dan didi (1988) yang disitasi oleh yudiyana (1996), menyatakan orang yang berjiwa wirausaha adalah orang yang mempunyai cirri-ciri : mempunyai emosi untuk membayangkan keberhasilan dan tidak takut pada kegagalan, berani menanggung resiko, gigih, dan bekerja keras, bersemangat dan gesit, memerlukan umpan balik, bertanggung jawab secara pribadi atas keputusan dan perbuatannya percaya pada diri sendiri, mempunyai pengetahuan yang luas, mempunyai kemampuan untuk menghimbau, cakap untuk memimpin, pembaharu (innovator), dan selalu memburu keberhasilan.

Menurut Meredith et al (1982) yang disitasi oleh Udiantono (1995) bahwa profil seorang wirausahawan memiliki cir-ciri : percaya diri dengan watak berkeyakinan, ketidaktergantungan pada orang lain, individualistis dan optimis; berorientasi tugas dan hasil dengan watak suka pada tantangan dan memiliki kemampuan dalam mengambil resiko , dalam hal kepemimpinan mereka dapat bertingkah laku sebagai seorang pemimpin, dapat dan mudah bergaul dengan orang lain, dan mampu menanggapi saran dan kritik. Sedangkan dalam hal keaslian mereka bersifat inovatif dan kreatif, fleksibel, mempunyai banyak sumber, serba bias, dan mengetahui lebih banyak. Para wirausahawan biasanya berpandangan pada masa depan dan bersfat perspektif.

Melihat adanya keterangan diatas peneliti akan mengunakan parameter potensi kewirausahaan seseorang yang di tulis Deddi dan Didi (1988) yang disitasi oleh yudiyana (1996) yang akan dikaitkan dengan pendapatan peternak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: