Seminar Pakan Kucing FKH UGM

Dari Prof. Hastari Widyastuti :
  • Kucing tidak memerlukan Karbohidrat.
  • Protein diperlukan untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh. misalnya : rambut, kulit, organ2 tubuh, otot, enzym dan hormon. Selain itu protein diperlukan untuk mengatur metabolisme (misalnya insulin dan thyroxin).
  • Lemak diperlukan kucing untuk menjaga kondisi kulit dan bulu, sumber dari asam lemak esensial, sumber energi, penyekat dan pelindung organ dalam tubuh, sumber dari vitamin yg larut dalam lemak (A,D,E,K), menghasilkan aroma makanan yg menarik bagi kucing.
  • Memberi makan pada kucing adalah memberi makan dalam jumlah yang benar dan bernutrisi seimbang untuk men support fungsi2 tubuh, mendukung tumbuh kembang, sebaiknya makanan yang baunya disukai kucing.
  • Diet seimbang adalah diet yang mencukupi keperluan nutrisi dan energi dari kucing sesuai dengan umur dan gaya hidup kucing. Kucing outdoor yang lebih banyak aktivitas di luar rumah membutuhkan energi yg lebih banyak dari kucing indoor.
  • Kucing dewasa membutuhkan 4x protein dari manusia dewasa, kitten memerlukan 10 x protein dari bayi manusia.
  • Kucing membutuhkan satu atau lebih asam lemak essensial dalam jumlah besar, asam linoleat dan asam linolenik
  • Asam arachidonik dibutuhkan kucing karena rendahnya enzym desaturase yang mensintesa Asam arachidonik dari asam linolenik
  • Arginine adalah salah satu asam lemak yang dibutuhkan kucing dan hanya ditemukan dalam daging mentah. Setelah sekali diberi makan makanan yang bebas arginine dalam diet kucing yg terjadi adalah *):
  1. Hyperammonemia (naiknya kadar ammonia dalam darah)
  2. Lemas
  3. Muntah2
  4. Hyperglycemia (gula darah tinggi)
  5. Hypersalivation (air liur berlebihan)
  6. Tidak mampu berdiri
  7. Hilangnya berat badan yg sangat cepat (5-10% berat badan/hari)

*) Morris & Rogers 1978

  • Taurine sangat dibutuhkan kucing, digunakan pada konjugasi asam empedu. Kucing hanya dapat menggunakan Taurine, dan tidak dapat menggunakan asam glikokolat. Kekurangan taurine menyebabkan kebutaan dalam jangka waktu 9 bulan (feline central retinal degeneration) dan gangguan pada jantung. Sumber2 taurine adalah daging mentah (ikan, unggas, daging merah), taurine kristal.
  • Kucing memerlukan tambahan vitamin A (retinol) di dalam dietnya karena tidak dapat mengubah beta carotene menjadi vitamin A. Jadi percuma aja memberi wortel, labu kuning dll, karena kucing cuma mendapat ampas dan seratnya saja.
  • Kucing tidak dapat mensintesa vitamin D, konsentrasi 7-DHC (7-dehydrocholesterol – pembentuk vitamin D3) di kulit kucing paling rendah dibanding binatang lainnya.
  • Kucing memerlukan Niacin (vitamin B3), dapat disintesa dari asam amino Tryptophan. Kucing yang diberi diet tanpa Niacin akan mati dalam 20 hari.
  • Kucing adalah karnivora sejati, karenanya membutuhkan jaringan tubuh hewan untuk memenuhi kebutuhan metabolismenya.
  • Kucing cenderung menjadi pemburu/predator dan mempunyai gigi untuk menyobek dan mencabik makanan tapi hanya sedikit mempunyai kemampuan mencerna makanan.
  • Saluran usus kucing sangat pendek, dan menyerap kira2 10% nutrisi lebih sedikit dibanding anjing. Hal ini tidak terlalu berpengaruh pada kucing yang memakan makanan yang sangat mudah tercerna dari daging binatang dan jaringannya. Tapi penyerapan nutrisi sangat berkurang pada kucing pada kucing yg diberi makanan berkualitas rendah yang biasanya banyak mengandung serat yang tidak dapat dicerna kucing.
  • Diet kucing harus mengandung jaringan tubuh binatang dan sumber protein yang berkualitas.
  • Cara yang paling mudah menjamin ketersediaan nutrisi yg dibutuhkan kucing adalah memberi kucing makanan komersial yang lengkap dan seimbang sesuai dengan umur kucing.
  • Cara terbaik memilih makanan kucing adalah makanan yang sesuai dengan persyaratan dari AAFCO
  • Kucing mempunya kecenderungan makan makanan dalam jumlah sedikit 8 sampai 16 kali dalam 24 jam.
  • Kucing lebih menyukai makanan hangat, setidaknya suhu ruang.
  • 2x makan sehari adalah frekwensi minimum pemberian makan pada kucing pada kucing dewasa. Anak kucing, induk hamil atau menyusui dan kucing sakit memerlukan frekwensi yang lebih sering. Pemberian makan yg dibatasi/dijadwal cenderung menaikkan PH urin, beresiko pada pembentukan sturvit yg menyebabkan pembentukan batu pada saluran kencing.
  • Pemberian pakan yang selalu tersedia (tidak dibatasi/ad libitum) akan membuat kucing mengatur sendiri waktu makannya sesuai dengan perilaku alaminya. Frekwensi makan yang pendek meningkatkan kemampuan mencerna. Hal ini sulit diterapkan pada makanan kaleng yang akan rusak pada suhu ruang. Pemberian makan yang tidak dibatasi dapat menyebabkan kegemukan.

Dari Drh. Slamet Raharjo :

  • Ciri2 kucing sehat : Aktivitas normal, parameter fisik normal (mata, hidung, telinga, kulit, bulu), defekasi (BAB) dan Urinasi (BAK) normal. Data fisiologis normal (suhu tubuh 38 – 39,5C, Denyut nadi 110 – 140 x/menit, frekuensi nafas 24-42 x/menit)
  • Gangguan kesehatan akibat kesalahan manajemen pakan : Malnutrisi, rakitis (tulang lunak & mudah patah, biasanya terjadi pada kitten), Osteoporosis, Diare, sembelit, FUS (Feline Urinary Syndrome)
  • Kesalahan manajemen pakan yang sering ditemukan : Malnutrisi (kurang gizi) kurang Kalsium (Ca), kurang vitamin A & D, kurang Thiamin ( vitamin B1)
  • Malnutrisi terjadi akibat pemberian pakan yang salah, ketidak seimbangan nutrisi, tidak cukup nutrisi, pakan yang tidak dapat dicerna. Kesalahan pakan yang sering ditemukan : jumlah pakan kurang, memberi makan putih telur mentah, daging mentah, susu, dogfood, tulang.
  • Pakan kurang terjadi karena jumlah pakan terlalu sedikit atau nilai gizi rendah. Ciri2nya kucing kurus, nafsu makan tetap baik, kulit dan bulu kusam, kemampuan reproduksi jelek. Pencegahan : beri pakan yang cukup kualitas dan kuantitas.
  • Malnutrisi karena putih telur mentah. Putih telur mentah mengandung protein yang berinteraksi dg biotin dan akhirnya menyebabkan kekurangan biotin. Ciri2nya kulit bersisik, bentukan sekret (lendir) kering di sekitar mata, hidung dan mulut.
  • Malnutrisi karena daging mentah. Berbahaya karena mengandung ookista toxoplasma. Kandungan phospornya sangat tinggi dibanding kalsium (rata2 15 : 1) menggangu keseimbangan kalsium, terutama pada kucing yg sudah diberi makanan komersial yang sudah mengandung phospor. Pencegahan: diet seimbang & makan daging matang.
  • Malnutrisi karena susu. Susu kambing dan susu sapi mengandung laktosa tinggi. Kucing kekurangan enzim laktase sehingga berakibat diare. Diare mengganggu penyerapan nutrisi. Pencegahan : Beri susu khusus kucing, hentikan pemberian susu.
  • Malnutrisi krn dogfood. Dogfood tidak cocok untuk kucing, karena tidak cukup protein dan kandungan Taurin rendah (kucing perlu taurine 2x lipat dari anjing). Pencegahan, tidak diberi dogfood, diet seimbang.
  • Malnutrisi krn tulang : Anatomi rahang kucing tidak didisain mengunyah tulang. Serpihan tulang yang tajam dapat menyangkut di kerongkongan dan melukai dinding lambung & usus. Pencegahan : Tidak diberi tulang panjang (pipa), diet seimbang.
  • Defisiensi (kekurangan) kalsium. Terjadi karena asupan kalsium rendah & phospor tinggi. (rasio ideal 1,5:2). Efek negatif : hipokalsemia (kekurangan kalsium). Pada individu muda rakitis (tulang lunak) dan tulang bengkok. Pada individu tua osteoporosis, osteomalasia, patah tulang/fraktur.
  • Defisiensi vitamin A & D. Jarang terjadi pada kucing. Disebabkan oleh pakan bermutu rendah (cereal) Asupan vitamin A & D rendah.
  • Defisisensi Tiamin (B1) terjadi karena pakan ikan mentah. Efek negatifnya : kelemahan saraf, membrana nicitans (kelopak mata ketiga) melebar, malas makan, jalan sempoyongan. Pencegahan : hindari ikan mentah, suplemen vitamin B1.
  • Ekses (kelebihan) dalam diet kucing yang sering terjadi adalah : ekses phospor, ekses Kalsium, ekses Vitamin A & D.
  • Ekses Phospor terjadi karena asupan phospor terlalu tinggi (biasanya karena diberi pakan daging murni) dan asupan kalsium terlalu rendah. Efek negatif demineralisasi menyebabkan abnormalitas tulang. Pencegahan, diet pakan dg imbangan kalsium dan phospor seimbang.
  • Ekses kalsium terjadi karena asupan kalsium berlebih, penyerapan kalsium dari usus berlebih, asupan phospor terlalu rendah. Efek negatif hiperkalsemia, induksi penurunan resorbsi kalsium dari tulang, deposisi tulang over menyebabkan kartilago (jaringan tulang rawan) lebih tebal dan pecah masuk ke rongga sendi. Pencegahan : diet pakan kalsium dan phospor seimbang.
  • Efek negatif akibat kesalahan pakan yang sering dijumpai : muntah, diare, FUS, konstipasi, megacolon.
  • Muntah dan Regurgitasi. Muntah adalah pengeluaran makanan dari lambung dimana pakan sudah sebagian tercerna. Regurgitasi adalah pengeluaran makanan dari lambung dimana pakan belum tercerna. penyebab, infeksi mikroba, parasit, toksin, mabuk, nutrisi dll. Pencegahan : evaluasi penyebab dan mengeliminir penyebab.
  • Diare adalah peningakatan jumlah dan frekwensi defekasi (BAB) dan konsistensi feces. Penyebab : infeksi mikroba, parasit, toksin, nutrisi dll. Terjadi karena peningkatan peristaltik usus sehingga air tidak sempat diserap usus dan colon/rektum. Pda kasus parah dapat disertai darah. Efek negatif : dehidrasi, acidosis, lemah, koma, kematian. Pencegahan evaluasi penyebab, obati sesuai penyebab, pakan seimbang, sanitasi.
  • FUS. Faktor prediposisi : breed/ras kucing, jenis kelamin, kastrasi/steril, nutrisi, ph urin terlalu basa.
  • Predisposisi sex dan nutrisi : jantan lebih rentan dari betina, jantan yg dikastrasi lebih rentan daripada yang tidak dikasrasi, berhubungan dg saluran kencing yang panjang dan sempit, nutrisi dan kandungan mineral yang tinggi (kalsium dan oksalat).
  • Faktor pendukung FUS : Infeksi, jarang minum, jarang urinasi (BAK), intake mineral tinggi, atopi/tidak diketahui
  • FUS gejala yang timbul : sering urinasi, sulit urinasi, darah dalam urin, kontrol PH urine, kontrol asupan mineral.
  • Konstipasi dan megakolon. Konstipasi adalah timbunan feses keras dalam rektum sehingga kucing kesulitan defekasi. Megakolon adalah konstipasi yang disertai pembesaran kolon (usus besar). Penyebab : hairball, memakan tulang, obstruksi/konstriksi, kelemahan saraf, kurang bergerak (olah raga). Pencegahan : diet seimbang, serat tinggi. Dalam kasus parah perlu pemberian enema (obat pencahar) bahkan operasi.

Dari Drh. Gunadi :

  • Kucing outdoor lebih mudah terkena penyakit menular daripada kucing indoor karena kucing outdoor lebih banyak kontak dengan kucing di luar rumah.
  • Karakteristik diet : kucing membutuhkan makanan berupa binatang untuk memperoleh beberapa nutrisi penting yang tidak terdapat pada tumbuh2an.
  • Anak kucing tidak boleh diganti makanannya karena biasanya akan menyebabkan diare. Penggantian sebaiknya dilakukan setelah usianya cukup dewasa.
  • Kucing adalah karnivora, karenanya membutuhkan: Protein lebih tinggi, Arginine (diperlukan untuk enzym pencernaan). Taurin dan methionin (diperlukan untuk kerja jantung), Lemak, Asam arachidonik untuk sitem imun (kekebalan tubuh). Asam linoleat dan vitamin larut dalam lemak (A, D, E, K).
  • Air minum harus tersedia sepanjang waktu untuk meningkatkan volume urine dan dan ginjal yg sehat.
  • Vitamin A diperlukan untuk kulit, mata, sitem reproduksi, kelebihan vitamin A akan menyebabkan kerusakan hati, sendi dll.
  • Kekurangan vit B terjadi karena kekurangan Thiamin. Menyebabkan berat badan turun dan ataxia.
  • Kucing memerlukan mineral. Magnesium (magnesium ammonium phospate/struvite) diperlukan untuk memelihara cairan tubuh. Mineral diperlukan untuk tulang, otot, jantung dll.
  • Karena bentuk mukanya yang datar, kucing persia tidak boleh makan makanan basah karena berisiko masuk ke dalam hidung.
  • Berat badan Persia jantan normal antara 3.3 – 4.2 kg, Persia betina 2.3 – 4.2 kg.
  • Kucing hamil harus makan makanan khusus untuk kucing hamil (misalnya Royal Canin Queen). Makanan untuk kitten/babycat tidak mencukupi kebutuhan nutrisi induk hamil dan menyusui. Induk hamil dan menyusui membutuhkan kandungan energi dan lemak yang lebih besar dari biasanya. Zat yang penting pada masa hamil dan menyusi adalah EFA dan Taurine. Zat yang penting pada masa kehamilan Betacarotene, asam folat, dan trace element. Zat yang penting pada masa menyusui adalah carnitine dan immunity booster.
  • Makanan khusus untuk induk hamil bertujuan mengurangi resiko cacat pada anakan, memperbanyak air susu, bobot anakan seragam, anakan jumlahnya lebih banyak (loh???? Agak mikir juga denger statement ini, kayanya sih, anakan banyak atau nggak dipengaruhi faktor genetik juga kayanya, trus berapa sel telur yang dilepas betina pada waktu pembuahan, lha kalo hamil trus jumlah janinnya nambah karena faktor makanan/hormon, apa mungkin ya?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: